Hubungan Faktor Kondisi Fisik Rumah dan Perilaku Dengan Kejadian ISPA Pada Balita
Keywords:
Kondisi Fisik Rumah, Faktor Perilaku, ISPAAbstract
Latar Belakang Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan global yang sangat mengkhawatirkan dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas akibat penyakit menular. Menurut World Health Organization (WHO), infeksi saluran pernapasan akut menyebabkan sekitar 4,25 juta kematian setiap tahunnya.
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor kondisi fisik rumah dan perilaku dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan desain case control.
Metode Populasi kasus merupakan balita yang didiagnosa ISPA pada bulan Oktober-Desember 2024 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sodonghilir. Sampel kasus diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 135 responden dan sampel kontrol dengan teknik purposive sampling sebanyak 135 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, lembar observasi, termohygrometer, luxmeter, dan rollmeter. Dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square.
Hasil Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis lantai (p=0,030; OR=1,809), jenis dinding (p=0,049; OR=1,679), kepadatan hunian (p=0,036; OR=1,734), kebiasaan merokok anggota keluarga (p=0,049; OR=1,747), serta penggunaan bahan bakar memasak (p=0,027; OR=1,777) dengan kejadian ISPA pada balita.
Kesimpulan Upaya perbaikan kualitas fisik rumah yaitu jenis lantai, jenis dinding, kepadatan hunian dan pengendalian perilaku yang berpotensi mencemari udara dalam ruangan seperti merokok di dalam rumah dan penggunaan bahan bakar memasak yang tidak memenuhi syarat perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan ISPA.



