Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA Pada Balita : Suatu Kajian Kepustakaan
Abstract
Latar Belakang: Salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama bagi kelompok usia yang rentan, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tingginya angka kejadian ISPA pada balita di Indonesia disebabkan oleh beberapa variabel, termasuk sifat pribadi, perilaku anak, dan faktor lingkungan. Tujuan: mengidentifikasi determinan yang berkontribusi terhadap risiko ISPA pada balita. Metode: penelitian ini menggunakan metode literature review, dengan sumber data berupa 15 artikel jurnal nasional yang terbit antara tahun 2020 hingga 2025 dan diperoleh melalui Google Scholar. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian ISPA secara signifikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pemberian ASI non-eksklusif, status gizi yang buruk, paparan asap rokok, ventilasi dan pencahayaan rumah yang tidak memadai, serta terbatasnya edukasi orang tua tentang ISPA. Selain itu, faktor lingkungan fisik seperti kelayakan huni dan kebersihan juga penting. Risiko ISPA juga dipengaruhi oleh usia dan status imunisasi anak-anak sebagai inang. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa ISPA pada balita merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan multifaktorial. Oleh karena itu, strategi penanggulangan ISPA perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, dan edukatif yang melibatkan keluarga serta lingkungan tempat tinggal anak. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan intervensi kesehatan anak.



