LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN DENGAN SABUN DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA TAHUN 2026
Cuci Tangan Pakai Sabun, Sanitasi Lingkungan, Diare, Balita
Abstract
ABSTRAK
Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang, termasuk Indonesia. Perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) yang kurang baik serta sanitasi lingkungan yang tidak memadai (sumber air minum, jamban, dan pengelolaan sampah) merupakan faktor risiko utama penularan penyakit diare.
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cuci tangan dengan sabun dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian diare pada balita.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur review sistematis dengan menelusuri artikel dari tahun 2021 hingga 2026 melalui database Google Scholar, Scopus, PubMed, Publish or Perish, dan SINTA. Dari 15 artikel yang ditemukan, 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.
Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku CTPS, ketersediaan sarana air minum yang aman, kepemilikan jamban sehat, dan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita (p<0,05). Balita dari ibu yang tidak berperilaku CTPS dan tidak memiliki sarana air minum yang aman memiliki risiko diare 2,7 hingga 6,5 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan perilaku dan sanitasi yang baik. Namun, ada satu studi berbasis SEM-PLS menemukan bahwa CTPS tidak selalu menjadi prediktor dominan apabila pilar sanitasu lain seperti jamban sehat dan pengelolaan sampah sudah tergolong baik.
Kesimpulan: Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang benar, disertai dengan sanitasi lingkungan yang memadai, memainkan peran penting dalam mengurango risiko terjadinya diare pada balita, oleh karna itu upaya promosi kebiasaan mencuci tangan dengan sabun serta peningkatan akses terhadap sanitasi harus terus didorong



