Hubungan Pengetahuan Ibu Balita tentang SDIDTK dengan Kepatuhan Kunjungan Posyandu Flamboyan
Abstract
Latar Belakang: Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) merupakan upaya penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini. Posyandu menjadi sarana pelayanan kesehatan dasar bagi balita untuk memperoleh pemantauan tersebut secara rutin. Namun, masih terdapat ibu balita yang tidak patuh melakukan kunjungan Posyandu secara teratur. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan kunjungan adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya SDIDTK. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibu untuk memanfaatkan pelayanan Posyandu secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita tentang SDIDTK dengan kepatuhan kunjungan Posyandu Flamboyan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 di Posyandu Flamboyan. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu balita yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan ibu tentang SDIDTK dan lembar observasi untuk menilai kepatuhan kunjungan Posyandu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang SDIDTK dan mayoritas responden patuh melakukan kunjungan Posyandu. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu balita tentang SDIDTK dengan kepatuhan kunjungan Posyandu (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu balita tentang SDIDTK dengan kepatuhan kunjungan Posyandu di Posyandu Flamboyan. Peningkatan edukasi kesehatan kepada ibu balita perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Posyandu.
Kata kunci: pengetahuan ibu, SDIDTK, kepatuhan, posyandu, balita.



