EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI, KEBIJAKAN, DAN TEKNOLOGI DALAM PENANGGULANGAN STUNTING: REVIEW LITERATUR
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif jangka panjang. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia menunjukkan tren penurunan, angkanya masih melebihi ambang batas yang ditetapkan WHO, sehingga diperlukan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas ketiga pendekatan tersebut dalam menurunkan angka stunting pada anak melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Metode: Metode yang digunakan adalah literatur review menggunakan strategi secara komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan antara 2023 hingga awal 2025. Pencarian database yang digunakan meliputi google scholar dan researchgate.Hasil: Hasil dari tinjauan literatur terhadap 15 jurnal menunjukkan bahwa Edukasi gizi berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat, seperti pada program “Desa Kelinci” (Wulandari et al., 2023)dan edukasi daun kelor. Kebijakan seperti Audit Kasus Stunting (AKS) dan konvergensi program lintas sektor menunjukkan dampak positif namun menghadapi kendala pelaksanaan. Teknologi seperti aplikasi STARTING dan Anti Stunting meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini dan edukasi sasaran. Kolaborasi pemuda dan mahasiswa juga memperkuat upaya berbasis lokal. Kesimpulan: Pendekatan edukasi, kebijakan, dan teknologi memiliki efektivitas tinggi dalam penanggulangan stunting jika dilaksanakan secara terintegrasi. Optimalisasi program memerlukan penguatan sumber daya manusia, koordinasi multisektor, dan pemanfaatan teknologi berbasis komunitas.



